Semarak Isra’ Mi’raj dan Rutinan Rabu Pahing: Gus Wahid Yusuf Kupas Rahasia 7 Kalimat Istiqamah Abu Laits As-Samarqandi
KEDAWUNG – Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Mushola Darussalam Rt 02 Rw 02 di Ranting Kedawung pada Selasa malam (30/12/2025). Ratusan jamaah hadir dalam agenda rutin Ngaji Malam Rabu Pahing yang kali ini diselenggarakan secara istimewa dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Agung Muhammad SAW 1447 H.
Acara yang dipandu oleh Sahabat Maftuhah selaku MC ini berlangsung meriah namun tetap khusyuk. Kehadiran jamaah Ibu-ibu Muslimat yang luar biasa semangat serta Bapak-bapak yang selalu kompak menunjukkan kuatnya tali silaturahmi antarwarga Nahdliyin di wilayah Kedawung.
Sinergi Pengurus dan Kehangatan Umat
Keberlangsungan acara ini tidak lepas dari kerja keras dan kekompakan jajaran pengurus Mushola. Tampak hadir di barisan depan, Kiai Sujud Anwar selaku Imam Mushola memimpin doa dengan syahdu. Bpk Muklis selaku Ta’mir Mushola bersama Tefur Rosid (Sekretaris) dan Bpk Tuslim (Bendahara) memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
Dukungan moral juga datang dari Bpk Slamet selaku Pembina dan Penasehat, serta Bpk Kusman Wijaya selaku Ketua Bidang Pembangunan. Sementara itu, koordinasi lapangan dan penggalangan dana dipimpin langsung oleh Bpk Heri yang sukses menggerakkan gotong royong warga hingga acara ini dapat terselenggara dengan semarak.
Pesan Mendalam Gus Wahid Yusuf
Puncak acara adalah tausiyah yang disampaikan oleh Gus Wahid Yusuf dari Pekuncen-Kroya. Dalam uraiannya yang bernas dan mudah dicerna, beliau menyampaikan pentingnya meneladani perjalanan Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW dengan memperbaiki kualitas ibadah harian.
Mengutip referensi dari kitab karangan Abu Laits As-Samarqandi, Gus Wahid menekankan tentang 7 Kalimat Thayyibah yang perlu diistiqamahkan oleh setiap Muslim agar mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT dan keselamatan di dunia maupun akhirat:
- Membaca Basmalah: Diucapkan setiap kali hendak memulai sesuatu yang baik.
- Membaca Alhamdulillah: Diucapkan setiap kali selesai melakukan sesuatu.
- Membaca Astaghfirullah: Diucapkan jika lisan terlanjur mengucapkan hal yang sia-sia atau melakukan kesalahan.
- Membaca Insya Allah: Diucapkan jika berencana melakukan sesuatu di masa mendatang.
- Membaca La Hawla Wala Quwwata Illa Billah: Diucapkan saat menghadapi sesuatu yang berat atau tidak disukai.
- Membaca Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un: Diucapkan saat tertimpa musibah, baik besar maupun kecil.
- Membaca La ilaha illallah: Diucapkan secara istiqamah sepanjang siang dan malam sebagai bentuk tauhid.
“Jika ketujuh kalimat ini basah di lisan kita setiap hari, insya Allah hati akan tenang dan keberkahan hidup akan senantiasa mengalir,” tutur Gus Wahid di hadapan jamaah yang menyimak dengan antusias.
Penutup yang Berkesan
Acara rutin ini diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah. Semangat yang ditunjukkan oleh warga Kedawung malam ini menjadi bukti bahwa tradisi ngaji rutinan bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan spiritual untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kecintaan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.
Semoga rutinan Rabu Pahing ini terus terjaga istiqamahnya dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Desa Kedawung.






Pewarta: Admin nukedawung.web.id
Foto: Dokumentasi Kader Ansor Kedawung






Tinggalkan Balasan