Sejarah Nahdlatul Ulama (NU) di Cilacap
Menelusuri jejak pergerakan ulama dan santri di tanah Cilacap sejak era 1930-an.
Awal Eksistensi NU di Cilacap
Sejarah Nahdlatul Ulama (NU) di Cilacap menyimpan banyak misteri, terutama terkait tahun pasti berdirinya. Namun, berdasarkan beberapa dokumen yang ada, terdapat indikasi kuat bahwa NU sudah hadir di Cilacap setidaknya sejak tahun 1936, atau bahkan lebih awal.
Dokumen yang menyebut “Tjilatjap” sebagai bagian dari Cabang HBNO sekitar tahun 1936 menunjukkan bahwa NU sudah memiliki struktur organisasi di Cilacap pada masa itu. Selain itu, catatan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) tentang surat dari PCNU Cilacap kepada PBNU pada tahun 1955 semakin memperkuat dugaan bahwa eksistensi NU di Cilacap sudah cukup lama.
Informasi ini dikuatkan oleh Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap, KH Su’ada Adzkiya, yang mengisahkan pengalaman mengikuti konferensi Cabang NU Cilacap pada tahun 1955. Dalam catatan tersebut disebut bahwa NU di Cilacap berdiri tahun 1931.
Tiga Titik Penting Pergerakan NU di Cilacap
Tiga wilayah penting yang menjadi pionir pergerakan NU di masa-masa awal: Majenang, Kesugihan, dan Kroya.
1. Majenang: Embrio Lahirnya NU di Cilacap
Tokoh sentral di Majenang adalah KH Hasan Bisri, santri Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Peristiwa penting terjadi pada sekitar 1930, ketika risalah NU mulai menyebar di wilayah ini.
2. Kesugihan: Lahirnya Pesantren Tertua dan Terbesar
Kecamatan Kesugihan dikenal sebagai kota santri, tempat berdirinya Pesantren Al-Ihya Ulumaddin. Perjuangan KH Badawi dimulai sejak 1923 dan pesantren resmi berdiri pada 1936.
3. Kroya: Kota NU di Cilacap
Kroya menjadi pusat kegiatan NU pada dekade 1960–1970an, dengan sejumlah pesantren dan lembaga pendidikan yang tumbuh setelah masa-masa sulit seperti Aksi Militer Belanda II.
Ketua PCNU Cilacap dari Masa ke Masa
| Periode | Ketua Tanfidziyah | Rais Syuriyah |
|---|---|---|
| 1955 (Konferensi Pertama) | KH Mu’awam | KH Minhajul Adzkiya |
| 1987 – 1992 | KH Farhan Abu Amar | – |
| 1992 – 1997 | KH Su’ada | KH Mustolih Badawi |
| 1997 – 2002 | KH Su’ada | KH Mustolih Badawi |
| 2002 – 2007 | KH Suhud | KH Su’ada Adzkiya |
| 2007 – 2012 | KH Masyhud | KH Su’ada Adzkiya |
| 2013 – 2013 | KH Sahid | KH Su’ada Adzkiya |
| 2013 – 2018 | KH Maslah | KH Su’ada Adzkiya |
| 2018 – 2024 | KH Nasrulloh | KH Su’ada Adzkiya |
| 2024 – 2024 | H. Imam Tobroni | KH Su’ada Adzkiya |
| 2024 – 2029 (Terbaru) | H. Paiman Sahlan | KH Su’ada Adzkiya |
Kantor PCNU Cilacap
Awalnya, PCNU Cilacap berkantor di barat Stasiun Cilacap. Pada tahun 1950, PCNU Cilacap memiliki gedung di Jalan Gatot Subroto No. 55, Cilacap.
Saat ini, PCNU Cilacap memiliki dua gedung kantor:
- Kantor PCNU 1: Jl. Raya Kalisabuk No. KM 15, Cipelus, Kalisabuk, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53274.
- Kantor PCNU 2: Jalan Masjid, Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap.
Kehadiran LAZISNU dan Koin NU Cilacap (GOCAP)
LAZISNU di Cilacap hadir bersamaan dengan di tingkat PBNU pada 2004. Pada tahun 2015, kepengurusan mulai menata manajemen dengan beberapa program penting dan pembentukan Manajemen Eksekutif.
Perjalanan Koin NU LAZISNU Cilacap (2018-2024)
- 2018: Fokus pada penataan internal, penyusunan regulasi, pengurusan izin operasional, dan pembentukan Manajemen Eksekutif. NU Care-LAZISNU Cilacap meluncurkan Madrasah Amil dan pengelolaan GOCAP diserahkan kepada LAZISNU Cilacap.
- 2020–2021 (Penguatan Sistem): Penguatan sistem dan regulasi, penggunaan Sistem Informasi Manajemen ZIS (SIFTNU) dan perencanaan aplikasi GOCAP.
- 2022–2023 (Tinggal Landas): Pertumbuhan pengelolaan dana ZIS dan DSKL, penguatan tata kelola, training amil, pelayanan mustahiq di 24 Kecamatan, serta menjadi percontohan nasional.
- Armada Kemanusiaan: Terlibat aktif dalam Tim Satgas NU Peduli Covid-19; kepemilikan armada termasuk perahu ambulans dan ambulans darat.
Fokus Tahun 2024 dan Komitmen
Pada tahun 2024, fokus LAZISNU Cilacap adalah tata kelola kelembagaan, pembentukan UPZIS di tingkat MWCNU dan PRNU, serta optimalisasi aplikasi SIFTNU. Jaringan GOCAP tercatat mencapai ratusan ranting dan ribuan penggerak Koin NU.
“Jika NU bergerak Bersama untuk satu tujuan yang sama, maka akan menghasilkan hasil yang luar biasa.” — KH Su’ada Adzkiya






Tinggalkan Balasan