Bukan Sekadar Angka: Membaca Peta Kekuatan dan Strategi Dakwah NU Kedawung Melalui Analisis “Kuadran Pareto”

Bukan Sekadar Angka: Membaca Peta Kekuatan dan Strategi Dakwah NU Kedawung Melalui Analisis “Kuadran Pareto”

Bukan Sekadar Angka: Membaca Peta Kekuatan dan Strategi Dakwah NU Kedawung Melalui Analisis “Kuadran Pareto”

Bukan Sekadar Angka: Membaca Peta Kekuatan dan Strategi Dakwah NU Kedawung Melalui Analisis “Kuadran Pareto”


NU Kedawung – Selama ini, kita sering terjebak melihat keberhasilan organisasi hanya dari satu sisi: “Berapa total uang kas yang terkumpul?”. Jika angkanya besar, kita anggap sukses. Padahal, di balik angka total tersebut, tersimpan ribuan cerita dan pola yang menentukan hidup-matinya organisasi di masa depan.

Melalui digitalisasi data GOCAP (Gerakan Koin NU) yang telah kita lakukan, Pengurus Ranting NU Kedawung kini tidak lagi berjalan dalam gelap. Kita menggunakan metode analisis modern yang disebut Kuadran Pareto untuk memetakan kondisi riil di setiap RT/RW.

Peta ini bukan untuk membeda-bedakan warga, melainkan untuk memastikan tepat sasaran dalam melayani umat. Bahwa dakwah itu harus bil-hikmah (bijaksana) dan sesuai dengan kondisi medannya.

Memahami Peta Kuadran

Dalam analisis data NU Kedawung, kita membagi peta wilayah menjadi dua sumbu utama:

  1. Sumbu Mendatar (X) – Militansi & Partisipasi: Mengukur seberapa banyak jumlah jamaah yang aktif berpartisipasi di suatu wilayah. Semakin ke kanan, semakin banyak orangnya (militan).
  2. Sumbu Tegak (Y) – Kekuatan Ekonomi: Mengukur seberapa besar total infaq yang terkumpul. Semakin ke atas, semakin kuat ekonomi wilayah tersebut.

Dari pertemuan dua garis ini, lahirlah 4 Kuadran (Wilayah) dengan karakter dan strategi penanganan yang berbeda:


Catatan: Data Desember 2025

1. KUADRAN “LUMBUNG NU” (Kanan Atas)

(Ciri: Jamaah Banyak + Infaq Besar)

Ini adalah wilayah “Idaman”. Di sini, NU Kedawung memiliki basis massa yang besar sekaligus ekonomi yang mapan. Semangat ghirah ber-NU di sini sangat tinggi ditopang dengan kemampuan finansial yang kuat.

  • Strategi Organisasi: Wilayah ini adalah Penyangga Utama (Soko Guru). Harus dijaga baik-baik dan dijadikan percontohan bagi wilayah lain. Kader-kader pengurus Ranting potensial idealnya lahir dari wilayah ini karena mereka memiliki legitimasi sosial dan ekonomi yang kuat.

2. KUADRAN “SULTAN / ELITE” (Kiri Atas)

(Ciri: Jamaah Sedikit + Infaq Besar)

Ini adalah wilayah unik. Jumlah warganya yang aktif mungkin sedikit (hitungan jari), namun nominal infaqnya luar biasa besar. Ini menandakan wilayah ini dihuni oleh para Aghniya (orang mampu) yang loyal kepada NU.

  • Strategi Organisasi: Pendekatannya tidak bisa massal. Pengurus harus melakukan pendekatan personal (sowan). Jangan mengajak wilayah ini untuk kerja bakti fisik, tetapi ajaklah mereka untuk Jihad Harta. Mereka adalah mitra strategis untuk investasi BUMR, wakaf tanah, atau modal awal program ekonomi seperti Kebun Pisang Ranting.

3. KUADRAN “BASIS MASSA” (Kanan Bawah)

(Ciri: Jamaah Banyak + Infaq Kecil)

Inilah wajah mayoritas jamaah NU di akar rumput. Orangnya banyak, militansinya tinggi, pengajian selalu penuh, namun secara ekonomi mungkin masuk kategori menengah ke bawah.

  • Strategi Organisasi: Di sinilah NU harus hadir sebagai Pelayan Ummat. Program pemberdayaan ekonomi seperti BUMR, Sembako Murah, atau layanan jasa pengangkutan sampah harus diprioritaskan di wilayah ini. Tujuannya bukan mengambil dana dari mereka, tapi mengangkat derajat ekonomi mereka. Inilah ladang khidmat sesungguhnya.

4. KUADRAN “PEKERJAAN RUMAH / PR” (Kiri Bawah)

(Ciri: Jamaah Sedikit + Infaq Kecil)

Wilayah ini adalah tantangan. Bisa jadi karena basis NU di sana memang minoritas, atau mungkin sapaan dakwah kita belum sampai ke sana.

  • Strategi Organisasi: Jangan ditekan dengan target dana. Wilayah ini butuh Dakwah Kultural. Perbanyak kegiatan Yasinan, Tahlilan, dan sapaan sosial. Sentuh hatinya dulu dengan kehangatan tradisi NU, urusan organisasi belakangan.

Kesimpulan: Keadilan dalam Strategi

Dengan memahami 4 Kuadran ini, Pengurus Ranting NU Kedawung ingin menegakkan prinsip “Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya”.

Kita tidak akan membebani wilayah Basis Massa dengan target dana investasi yang berat. Sebaliknya, kita tidak akan menyia-nyiakan potensi wilayah Sultan hanya untuk kegiatan seremonial biasa.

Semua data ini bermuara pada satu tujuan: Menjadikan NU Kedawung sebagai organisasi yang Modern secara Manajemen, namun tetap Tradisional dalam Amaliyah.

Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Tharieq.


Pengurus Ranting NU Kedawung
Menjaga Tradisi, Merawat Umat, Bergerak dengan Data.

Jadwal Sholat

Memuat…
Menuju –j –m –d
  • Imsak –:–
  • Subuh –:–
  • Terbit –:–
  • Dzuhur –:–
  • Ashar –:–
  • Maghrib –:–
  • Isya –:–
Kedawung, Kroya & Sekitarnya
(Koordinat Presisi Desa Kedawung)