Semarak Rutinan Fatayat NU Kedawung: Syiar dan Silaturahmi di Dua Lokasi Berbeda
KEDAWUNG – Semangat berorganisasi dan berkhidmat ditunjukkan oleh kader-kader Fatayat NU di Desa Kedawung. Pada Jumat (23/01/2026), dua Pimpinan Anak Ranting (PAR) Fatayat NU Kedawung menggelar kegiatan rutin secara bersamaan di lokasi yang berbeda, yakni di Masjid Baitul Huda dan Mushola Baitul Amin.
Kegiatan rutinan ini merupakan agenda konsolidasi sekaligus sarana peningkatan kapasitas spiritual bagi para anggota Fatayat di tingkat basis.
Khidmat dan Musyawarah di Masjid Baitul Huda
Di lokasi pertama, para anggota Fatayat NU Anak Ranting Masjid Baitul Huda berkumpul di serambi masjid yang megah dengan pilar-pilar berwarna keemasan. Dengan mengenakan seragam batik hijau khas Fatayat, para anggota tampak khusyuk mengikuti rangkaian acara yang meliputi pembacaan selawat dan koordinasi internal organisasi.
Suasana kekeluargaan sangat terasa saat para anggota duduk melingkar sembari membahas berbagai agenda kegiatan mendatang. Pertemuan ini menekankan pentingnya peran perempuan NU dalam memakmurkan masjid di lingkungan masing-masing.
Siraman Rohani dan Tabuhan Rebana di Mushola Baitul Amin
Sementara itu, suasana meriah juga terasa di Mushola Baitul Amin, tempat rutinan PAR Fatayat NU Masjid Baitul Mu’minin berlangsung. Acara diawali dengan penampilan hadroh yang dibawakan oleh anggota Fatayat dengan penuh semangat.
Selain agenda rutin, kegiatan di lokasi ini diisi dengan:
- Sambutan Ketua: Memberikan arahan terkait penguatan mentalitas kader dalam berkhidmat.
- Siraman Rohani: Diisi oleh Kyai M. Tofik, yang memberikan tausiyah mengenai pentingnya menjaga keikhlasan dalam berorganisasi dan berumah tangga.
- Pembacaan Kitab: Para anggota menyimak dengan saksama materi keagamaan yang disampaikan sebagai bekal spiritual sehari-hari.
Konsistensi Berkhidmat
Meskipun diadakan di dua lokasi berbeda, semangat yang dibawa tetap sama: mempererat tali silaturahmi antaranggota dan memperkuat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah di tengah masyarakat.
Konsistensi pelaksanaan rutinan ini diharapkan dapat terus menjaga api perjuangan Fatayat NU di Desa Kedawung, sehingga organisasi ini tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga menjadi agen perubahan yang positif bagi kaum perempuan di desa.
Penulis: Tim Media NU Kedawung
Foto: Dokumentasi Sahabat Fatayat NU Kedawung













Tinggalkan Balasan