Semarak Dwi Wulanan Fatayat NU Kedawung: Ziarah, Rihlah, dan Peringatan Hari Ibu yang Penuh Khidmat
KEDAWUNG, nukedawung.web.id – Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Kedawung menggelar kegiatan rutin Dwi Wulanan yang berbeda dari biasanya. Pada Ahad (21/12/2025), sebanyak 72 kader Fatayat kompak mengenakan seragam hijau kebanggaan untuk mengikuti rangkaian acara yang menggabungkan unsur spiritualitas, organisasi, dan rekreasi (rihlah).
Dengan menggunakan armada “Odong-odong” atau kereta wisata, keceriaan sudah tampak sejak pagi hari. Kegiatan kali ini terasa spesial karena bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ibu 2025 dan berlokasi di objek wisata Pantai Jetis.
Awali Hari dengan Ziarah dan Tahlil
Rombongan mulai berkumpul dan melakukan koordinasi pada pukul 07.00 WIB. Perjalanan diawali dengan tujuan spiritual menuju Makam Bajing Kulon. Sesampainya di lokasi pada pukul 07.30 WIB, para peserta khusyuk melaksanakan pembacaan Tahlil dan doa bersama untuk para leluhur dan pejuang NU.
Ziarah ini menjadi pengingat bagi para kader akan pentingnya menjaga tradisi amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah sebelum melanjutkan agenda organisasi.
Konsolidasi Organisasi di Tepi Pantai
Setelah ziarah, perjalanan berlanjut menuju Pantai Jetis. Setibanya di sana pada pukul 09.15 WIB, suasana pantai yang sejuk menjadi latar belakang dimulainya acara inti Dwi Wulanan.
Acara formal diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta lantunan Sholawat. Semangat nasionalisme dan kebanggaan ber-NU membuncah saat seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Ya Lal Wathon, dan Mars Fatayat secara bersama-sama.
Dalam sambutannya, Ketua Fatayat Ranting Kedawung mengapresiasi kekompakan 72 anggota yang hadir. Acara kemudian dilanjutkan dengan Kultum tentang Hari Ibu yang disampaikan oleh Sahabat Nunung. Beliau menekankan peran penting ibu sebagai madrasah pertama bagi anak-anak sekaligus tiang negara yang harus terus memperkuat kapasitas diri.
Momen Haru Peringatan Hari Ibu
Puncak emosional terjadi saat sesi peringatan Hari Ibu. Diiringi lagu “Ibu”, sebuah puisi syahdu dibacakan yang membuat suasana seketika berubah haru. Sebagai bentuk kasih sayang dan apresiasi, dilakukan pembagian bunga kepada para peserta. Momen ini menjadi simbol penghormatan atas dedikasi para ibu yang tak kenal lelah mengabdi untuk keluarga dan organisasi.
Mempererat Silaturahmi Lewat Permainan
Tak hanya acara formal, keceriaan kembali pecah saat sesi permainan dimulai pada pukul 10.15 WIB. Dengan permainan oper bola berantai diiringi musik, para anggota tampak antusias. Peserta yang memegang bola saat musik berhenti berkesempatan mengambil doorprize menarik. Gelak tawa ini semakin mempererat tali silaturahmi antar anggota.
Penutup dan Kepulangan
Setelah rangkaian acara selesai, peserta diberikan waktu bebas untuk istirahat, makan bersama, dan melaksanakan salat (Ishoma). Tepat pukul 13.00 WIB, rombongan kembali menaiki odong-odong untuk perjalanan pulang dan sampai di rumah masing-masing dengan selamat pada pukul 14.00 WIB.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertemuan rutin, tetapi juga sarana recharge energi bagi kader Fatayat NU Kedawung agar semakin semangat dalam berkhidmat untuk umat dan masyarakat.







Penulis: Tim Media PR Fatayat NU Kedawung






Tinggalkan Balasan